BPS: Perjalanan Wisatawan Nusantara Tembus 523,22 Juta, Jawa Timur, Jawa Tengah , dan Jawa Barat Jadi Destinasi Favorit Mei 2026
On Juli 15, 2026
JinNewsOne.com – Perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) terus menunjukkan tren positif dan menjadi penopang utama sektor pariwisata nasional. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, jumlah perjalanan wisata domestik tercatat mencapai 523,22 juta perjalanan.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, pertumbuhan perjalanan wisatawan nusantara pada Mei 2026 menjadi sinyal kuat bahwa minat masyarakat untuk berwisata di dalam negeri terus meningkat.
"Perjalanan wisatawan nusantara pada bulan Mei 2026 juga terus menunjukkan tren positif, dengan pertumbuhan 8,69 persen secara year on year. Hal ini mencerminkan kuatnya aktivitas wisata domestik sebagai penopang utama sektor pariwisata nasional," ujar Widiyanti dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi (Bakom), Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Mei 2026 mencapai 106,16 juta perjalanan. Angka tersebut meningkat 8,83 persen dibandingkan April 2026 (month to month) dan naik 8,69 persen dibandingkan Mei 2025 (year on year).
BPS juga mencatat bahwa arus perjalanan wisata masih didominasi masyarakat dari Pulau Jawa. Sebanyak 65,49 persen dari total perjalanan wisatawan nusantara pada Mei 2026 berasal dari wilayah tersebut.
Dari sisi daerah tujuan, Pulau Jawa tetap menjadi destinasi wisata paling diminati dengan 69,68 juta perjalanan, atau sekitar 65,64 persen dari total perjalanan wisatawan nusantara di Indonesia.
Provinsi Jawa Barat menjadi tujuan wisata domestik terbanyak dengan 19,52 juta perjalanan, disusul Jawa Timur sebanyak 17,14 juta perjalanan, dan Jawa Tengah dengan 14,20 juta perjalanan.
Selain tiga provinsi tersebut, destinasi yang juga mencatat jumlah kunjungan tinggi antara lain DKI Jakarta, Banten, Sumatera Utara, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan.
Secara bulanan, mayoritas provinsi mengalami peningkatan jumlah perjalanan wisatawan nusantara dibandingkan April 2026. Lampung mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 26,41 persen, diikuti Aceh sebesar 22,91 persen, serta Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 17,90 persen.
Di sisi lain, Papua Selatan menjadi provinsi dengan penurunan jumlah perjalanan wisatawan nusantara terbesar pada periode tersebut, yakni 14,53 persen.
Sementara itu, secara kumulatif sepanjang Januari hingga Mei 2026, Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan pertumbuhan perjalanan wisatawan nusantara tertinggi, mencapai 20,24 persen. Posisi berikutnya ditempati Gorontalo dengan pertumbuhan 17,50 persen, serta Papua sebesar 13,89 persen.
Adapun Jawa Timur menjadi provinsi yang mencatat penurunan kumulatif terdalam selama lima bulan pertama tahun 2026, yakni sebesar 8,11 persen, meski masih mempertahankan posisinya sebagai salah satu dari tiga destinasi wisata domestik paling banyak dikunjungi di Indonesia. (rc)
(foto doc. : Kemenpar)





















